Sabtu, 06 November 2010

Ancaman nyata dari luar angkasa

Ancaman nyata dari luar angkasa adalah serbuan bakteri yang telah mengalami mutasi sehingga menjadi pembunuh ganas.Tahun ini, penelitian ruang angkasa memasuki usianya yang ke 50. Banyak temuan baru dan bidang keilmuan angkasa luar maju pesat. Bahkan dapat disebutkan jauh lebih pesat ketimbang penelitian kebumian. Berbagai ancaman dari luar angkasa juga dapat diperhitungkan, dianalisa dan dicari penangkalnya. Baik itu ancaman tumbukan dengan meteorit besar atau berbagai ancaman lainnya. Sejauh ini dalam benak orang awam, yang terbayangkan sebagai ancaman dari angkasa luar adalah monster-monster mengerikan, baik berupa sosok raksasa atau makhluk luar angkasa berkulit hijau berukuran manusia kerdil yang ganas dan haus darah. Akan tetapi, ancaman nyata yang sebenarnya adalah serbuan bakteri pembunuh. Penelitian yang dilakukan badan antariksa AS-NASA di luar angkasa menunjukkan, bakteri yang berasal dari Bumi di ruang tanpa bobot mengalami mutasi menjadi bakteri amat mematikan. Sejumlah film fiksi ilmiah sudah menggambarkan bagaimana dahsyat dan mengerikannya serbuan makhluk luar angkasa berukuran kecil, yang memusnahkan kehidupan umat manusia di Bumi. Sekarang fiksi ilmiah semacam itu sudah menjadi kenyataan. Bakteri Salmonella yang dibawa dari Bumi dalam misi wahana penerbangan ulang-alik ke luar angkasa pada tahun lalu, terbukti mengalami mutasi menjadi bakteri amat mematikan. Untuk ujicoba, bakteri salmonella itu dibungkus dalam kemasan tiga lapis tahan pecah, untuk mencegah bakteri amat mematikan itu lolos ke udara. Salmonella adalah bakteri berbentuk batang, yang memicu gejala keracunan makanan ditandai dengan buang air terus menerus pada manusia. Dalam kondisi normal, keracunan salmonella dapat diobati menggunakan antibiotika dan pemberian tambahan cairan elektrolyt. Tapi pada anak-anak atau kelompok risiko, bakteri salmonella dapat memicu penyakit berat hingga kematian. Penyakit berat yang ditimbulkan bakteri salmonella antara lain infeksi saluran pencernaan, typhus dan paratyphus. Dalam penelitian di luar angkasa, bakteri salmonella yang dibawa dikembangbiakan dalam kultur makanan. Setibanya kembali ke Bumi, bakteri salmonella yang dikembangbiakan di lingkungan tanpa bobot itu diujicoba pada tikus di laboratorium. Hasilnya, bakteri yang dibawa ke luar angkasa membunuh tikus percobaan jauh lebih cepat, dibanding tikus ujicoba yang mendapat infeksi salmonella yang berkembang biak di Bumi. Inilah skenario horror dari bakteri pembunuh dari luar angkasa. Sekitar 150 sekuens gen dari salmonella yang dibawa ke ruang angkasa, terbukti jauh lebih aktiv dibanding gen salmonelle normal. Demikian diungkapkan pimpinan penelitian, Dr. Cheryl Nickerson dari Universitas Arizona; “Kita mengirim astronot lebih lama lagi ke luar angkasa dan semakin jauh dari Bumi. Dengan itu risiko penyakit infeksi lebih besar lagi.“Kekebalan Tubuh MelemahSeperti diketahui, dalam kondisi tanpa bobot sistem kekebalan tubuh manusia berfungsi lebih lemah ketimbang jika berada di Bumi. Artinya risiko untuk terinfeksi bibit penyakit juga menjadi lebih besar lagi. Bayangkan jika bakteri yang menyerang adalah dari jenis yang sudah mengalami mutasi, dengan tingkat fatalitas yang juga jauh lebih tinggi dari bakteri sejenis di Bumi. Di masa depan, ancaman kesehatan gawat semacam itu, akan semakin sering dihadapi para astronot dalam misi cukup lama di luar angkasa.Sejauh ini penelitian baru mencakup serangan bakteri, yang memang berasal dari Bumi dan terbawa ke luar angkasa. Belum diketahui, apakah di luar angkasa yang sulit diketahui batasnya itu, juga terdapat bakteri lainnya yang masih menunggu inang baru dari Bumi. Ancaman sejauh itu belum dibayangkan oleh Dr.Cheryl Nickerson. Akan tetapi, peneliti dari Universitas Arizona itu juga menarik sisi positiv dari temuan bakteri salmonella yang mengalami mutasi di luar angkasa. Nickkerson menjelaskan ; “Jika kita memanfaatkan pengetahuan dan sifat bakteri tsb, kita dapat memiliki kemungkinan pengembangan metode baru pengobatan dari penyakit yang ditimbulkannya, pembuatan obat-obatan baru atau bahkan vaksinnya.“ Penyebab mutasi bakteri itu, menurut Nickerson bukan kondisi tanpa bobot itu sendiri. Melainkan dampak kondisi tanpa bobot pada cairan di dalam sel. Akibat kondisi tanpa bobot di luar angkasa, mekanisme gesekan molekul dalam cairan sel berkurang. Selengkapnya baca di :

Minggu, 15 Agustus 2010

Kalimat motivasi membangun kekuatan keyakinan dan semangat

Ucapanmu adalah menggambarkan nilai dan kualitas dari dirimu, maka "buatlah lidahmu semanis madu dan se-segar air pegunungan"

Tatapan matamu menggambarkan keberanian,kejujuran,dan ke-ikhlasan-mu menghadapi segala hal, maka "buatlah matamu se-tenang dan sedalam lautan yang luas yang dengan tenang menampung semua yang ada di langit dan di bumi yang di alirkan kepadanya"
Matamu adalah anugerah suci Illahi yang memancarkan keindahan dan keagungan alam, maka "buatlah matamu sejernih embun pagi, dan jangan kau percikan kotoran dan dosa kedalam-nya ,supaya matamu tetap bisa memancarakan cahaya terang untuk menerangi jalan kebenaran hidupmu"
Otak dan pikiranmu adalah lebih besar dari dunia ini, itulah karena-nya Tuhan Yang Maha Besar menitipkan Dunia ini kepadamu, maka "perlakukanlah dan sadarilah bahwa pikiran adalah sesuatu yang harus di nyalakan , bukan di perlakukan sebagai gudang atau tempat sampah yang di jejali dengan hal-hal yang tak bermanfaat"
Lihatlah betapa sempurna Tuhan menciptakan tangan-tanganmu, karena Dia hendak mewakilkan pekerjaan-nya melalui tangan-tanganmu, maka "jangan gunakan tangan-tanganmu untuk mencuri apapun dari kehidupan ini"

Jumat, 13 Agustus 2010

Pertanyaan Untuk Cinta

Adakah tapak tanganmu berkeringat, hatimu
berdebar kencang dan suaramu tersekat di dadamu?
Itu bukan Cinta, itu SUKA.
Adakah kamu tidak dapat melepaskan pandangan
mata darinya?
Itu bukan Cinta, itu NAFSU.
Adakah kamu menginginkannya kerana kamu tahu
ia ada di sana?
Itu bukan Cinta, itu KESEPIAN.
Adakah kamu mencintainya kerana itulah yang
diinginkan semua orang?
Itu bukan Cinta, itu KESETIAAN.
Adakah kamu tetap mengatakan kamu
menyintainya kerana kamu tidak ingin melukai
hatinya?
Itu bukan Cinta, itu BELAS KASIHAN.

Adakah kamu menjadi miliknya kerana pandangan
matanya membuat hatimu melompat?
Itu bukan Cinta, itu TERGILA-GILA.
Adakah kamu memaafkan kesalahannya kerana
kamu mengambil berat tentangnya?
Itu bukan Cinta, itu PERSAHABATAN.
Adakah kamu mengatakan padanya bahawa setiap
hari hanya dia yang kamu fikirkan?
Itu bukan Cinta, itu DUSTA.
Adakah kamu rela memberikan semua perkara
yang kamu senangi untuk kepentingan dirinya?
Itu bukan Cinta, itu KEMURAHAN HATI.
Tetapi
Adakah kamu tetap bertahan kerana campuran
antara kesakitan dan kegembiraan yang
membutakan dan tak terfahami … menarikmu
mendekati dan tetap bersamanya?
ITULAH CINTA.
Apakah kamu menerima kesalahannya kerna itu
bahagian dirinya dan siapa dirinya?
Jika demikian, ITULAH CINTA.
Adakah kamu tertarik dengan orang lain tapi setia
dengannya tanpa penyesalan?
Jika demikian, ITULAH CINTA.
Adakah kamu menangis kerana kesakitannya
walaupun saat itu dia kuat?
ITULAH CINTA.
Adakah hatimu sakit dan hancur ketika dia
bersedih?
ITULAH CINTA.
Adakah hatimu gembira ketika dia berbahagia?
ITULAH CINTA.
Adakah matanya melihat hatimu dan menyentuh
jiwamu begitu mendalam sehingga menusuk?
Yang demikian itulah namanya CINTA

Kamis, 12 Agustus 2010

10 Jurus Menggapai Cinta Allah

  • Baca Qur’an sambil hayati dan pahami makna yang dikandungnya, seperti saat kita menghayati kitab yang dihafal dan dijelaskan oleh seseorang untuk dipahami apa yang dimaksud oleh pengarangnya ;
  • Dekatkan diri pada Allah dengan melaksanakan shalat-2 sunnah sesudah menjalankan shalat fardu. Sesungguhnya hal itu bisa mengatarkan seseorang ketingkatan “orang yang dicintai” setelah ia mencapai tingkatan “orang yang mencintai” ;
  • Biasakan berzikir setiap saat, dengan lisan, hati maupun perbuatan. Ketentuan kadar cinta seseorang dihitung berdasarkan kadar zikirnya ;
  • Mendahulukan cinta pada Allah daripada cinta terhadap hawa nafsu. Berusaha menggapai Cinta-Nya meski jalan yang ditempuh amat sulit ;
  • Selalu menyebut asma dan sifat-sifat Allah, merasakan kehadirannya dan mengenalinya. Siapa telah mengenal Allah berikut asma-asma-Nya, sifat-2 Nya dan kehendak Nya, niscaya dia akan mencintai-Nya ;
  • Merasakan kebaikan dan kenikmatan yang dikaruniakan Allah, baik yang tampak maupun yang tidak. Sesungguhnya hal itu bisa menimbulkan perasaan cinta terhadap Nya ;
  • Serahkan diri sepenuhnya kepada Allah ;
  • Bermunajat dan menyendiri tengah malam sambil membaca Al-Qur’an, lalu mengakhirinya dengan beristigfar dan bertaubat ;
  • Berteman dengan orang-orang yang benar-benar mencintai Allah, memetik pelajaran berharga dari mereka. Jangan bicara kecuali jika anda merasa yakin bahwa apa yang anda ucapkan itu membawa maslahat dan bermanfaat bagi anda dan orang-orang disekitar anda;
  • Hindari terhadap hal-hal yang bisa menghalangi hati untuk mengingat Allah.

Tentang Islam


Menghindarkan diri Dari dosa dan Berbuat Kebaikan


Menghindarkan diri dari dosa adalah langkah pertama, tetapi langkah selanjutnya yang tak kalah penting adalah melakukan kebaikan dan mengerjakan ibadah serta taat kepada Allah taala. Apaila manusia selamat dari dosa-dosa dan beribadah kepada Allah, maka hatinya akan dipenuhi oleh berkah-berkah. dan itulah tujuan kehidupan manusia.
Read the rest of this entry »

Seorang Menteri Selandia Baru Dukung Ahmadiyah terjemahkan Alquran


Dr. Pita Sharples, Menteri Bidang Hubungan Dengan Suku Maori (Suku Asli selandia Baru) mengatakan bahwa ia mendukung penuh komunitas Ahmadiyah lokal ketika mersmikan setengan bagian pertama terjemahan Kitab Suci Al-Qur’am dalam bahasa Maori.
Read the rest of this entry »

Bersedekah Kepada Pencuri???


Tertera dalam sebuah riwayat yang bersumber dari Abu Hurairah r.a bahwa Rasulullah saw bersabda: Ada seorang yang  berkata bahwa saya  pasti akan memberikan sedekah. Sesuai dengan itu  diapun keluar membawa harta sedekahnya  dari rumah dan memberikannya kepada  seorang pencuri. (Pada malam hari dia tidak mengetahui dan meletakkannya di tangan seorang pencuri).

Meniti jalan menuju mati syahid..

Kisah Pedih Anak-anak Yatim Irak dari Sudut-sudut BaghdadNov 24, '08 5:26 AM
for everyone


Hampir tidak ada, ilustrasi kebahagiaan tentang anak-anak di Irak.
Kekerasan dan perang selama bertahun-tahun,
telah merenggut masa depan indah yang seharusnya mereka miliki.
Mereka dipaksa bekerja di pasar-pasar, meninggalkan sekolah,
demi memenuhi kebutuhan hidupnya.
Mereka, anak-anak yatim, berjumlah jutaan di Irak.
Kebanyakan mereka lebih memilih jalanan
sebagai tempat tinggal sekaligus mengais rizki.

Mari dengar catatan pedih seorang anak bernama Shalih (11). Dunia penderitaan baginya berawal saat mendapati tubuh ayahnya terkapar akibat sebuah bom meledak di rumah makan tempat ayahnya bekerja. Sang ibu, lalu berkata padanya, “Nak, kamu harus tinggalkan bangku sekolah. Kita tidak mempunyai pilihan lain.“ Awalnya, Shalih mencoba menjawab dengan mengatakan, “Bu, nilai matematikaku nomor satu di sekolah.“ Tapi jawaban itu tak membuat ibunya senang. Keadaan akhirnya memaksa Shalih bekerja di sebuah pabrik pengolah rumput yang tak jauh dari rumahnya, guna menambah penghasilan. Meski masih kanak-kanak, Shalih adalah anak tertua di antara tiga adik-adiknya yang sama sekali tak mungkin diminta bekerja.
Menurut Shalih, awalnya ia sangat suka bekerja di pabrik itu. Ia baru mendapatkan musibah sangat berat, saat atasan pabrik tempatnya bekerja melakukan pelecehan seksual kepadanya. Shalih takut menyampaikan prihal itu pada ibunya, sampai akhirnya ada juga salah seorang buruh yang menyampaikannya.“Aku tidak mau kembali ke tempat itu lagi, dan bekerja sebagai penjual rokok di jalan-jalan Baghdad. Aku berdo’a siangmalam agar Allah menolong keluargaku dan mengangkatku dari jalanan agar bisa duduk di bangku sekolah kembali. Dalam keadaan seperti ini, tak ada yang bisa diharapkan kecuali Allah swt...“ ujarnya lirih.   
Kisah derita anak-anak jalanan di Baghdad,  umumnya hadir dari mereka yang keluarganya  sudah tidak utuh, baik karena satu atau kedua orang tua mereka sudah tiada. Mereka terpaksa menapaki panas di siang hari, meninggalkan bangku sekolah, untuk mengais rezeki. Menurut Unicef, saat ini diperkirakan lebih dari 20% anak-anak di Irak berhenti sekolah. Sekitar 220 ribu dari mereka ada yang terpaksa bekerja dan ada pula yang dibawa keluarganya ke tempat yang dianggap lebih aman sehingga tidak bisa melanjutkan sekolahnya.
Derita Yatim Piatu Irak
            Ada kelompok anak-anak yang lebih menderita lagi. Yakni mereka yang memang sudah tidak mempunyai orang tua. Itu dialami oleh Fadhel Muhammad Riyad. Usianya masih 10 tahun. Ia, satu dari ratusan ribu anak-anak Irak yang kehilangan kedua orang tuanya. Ya, Fadhel adalah anak yatim piatu. Kedua orang tuanya meninggal dalam tragedi pilu yang menimpa banyak di berbagai daerah di Irak, sejak tentara AS menghujaninya dengan peluru dan bom sejak bulan Maret 2003, dan rangkaian kekerasan yang tak berhenti.
Riyad kini ditampung di yayasan pemelihara anak-anak yatim. Ia mengatakan, “Beberapa tahun lalu lalu, ayahku meninggal karena ledakan di tengah kota Baghdad. Setelah itu, semua orang meninggalkanku dan adik perempuanku yang masih kecil. Kami tidak mendapatkan ada orang yang merawat kami.”  Meski masih anak-anak, luka kehidupan yang mendera Riyad, membuatnya sulit untuk menggerakkan bibirnya.           Dengan air mata menitik dan bibir gemetar menahan tangis, Riyad mengatakan,”Kami sebenarnya mempunyai saudara-saudara dalam keluarga. Tapi mereka semua tidak mau menerima dan mengurus kami. Mereka memaksa kami untuk bekerja sendiri untuk mencari makan.”  Tapi menurutnya, kehidupan di rumah penampungan anak yatim juga bukanlah kehidupan yang enak. Ia justru mengatakan telah menerima perlakuan yang menyakitkan dari para petugas di rumah penampungan tersebut. “Hidupku di sini tidak mudah. Hampir semua orang yang bertugas di sini, sikapnya kasar,” ujar Riyad.
Anak-anak Irak, adalah sama nasibnya seperti warga sipil Irak pada umumnya. Mereka adalah korban dari kekerasan perang tanpa alasan. Juga korban, karena sikap diam kaum Muslimin di berbagai negara dunia dengan kezaliman yang terus terjadi. Karakter kejam dan model pembunuhan keji di Irak dijelaskan dampaknya oleh pakar sosial Irak Haedar Hasan Karim, “Irak mempunyai banyak karakter akibat tragedi ini. Kekerasan di Irak bisa bermotif kekerasan antar etnik, peperangan melawan pendudukan AS, prilaku tradisional sejumlah penduduk Irak dan juga pembunuhan karena motif kelaparan untuk mencari uang.“  Kini, kekhawatiran sudah merebak hebat terkait masa depan anak-anak. Menurut Haedar, “Mayoritas anak-anak Irak akan tumbuh besar dalam trauma dan tekanan rasa takut dalam pikiran mereka. Anak-anak menderita karena mereka bagian dari skenario yang terjadi di Irak. Mereka tak bisa bertemu dengan orang tua mereka. Dan sekarang  mereka terpaksa hidup di sejumlah tempat yang sama sekali tak membuat jiwa mereka tenang.“
Seorang anak Irak lain, Hamid Abdussatar namanya. Dalam usianya yang masih 9 tahun, ia juga sudah ditinggal mati kedua orang tuanya akibat kekerasan hebat di Irak. Hamid menjadi gelandangan yang berpindah dari satu tempat ke tempat lain, demi mencari sesuap nasi yang bisa mengisi perutnya dan juga perut adik perempuannya yang masih berusia 7 tahun. “Ayahku meninggal saat peperangan. Ibuku meninggal tujuh bulan setelah ayahku meninggal, akibat ledakan bom,“ ujar Hamid. Hamid lebih menderita ketimbang Riyad, karena ia tidak mengetahui di mana keluarga yang bisa ditemuinya. Riyad bahkan mengaku berulangkali terpaksa mencuri untuk mendapatkan uang sekedar membeli kue yang kemudian menjadi modal baginya untuk berjualan setiap hari. “Aku tahu apa yang saya lakukan itu dilarang. Tapi aku lakukan itu untuk bisa makan. Aku yakin Allah akan mengampuni dosaku. Aku lebih kuat menahan lapar, demi memberi makan adik perempuanku. Nanti bila aku menjadi orang kaya, aku akan peduli menolong anak-anak yatim Irak…” urai Hamid.
Bukan Sekedar Masalah Lapar
Persoalannya, problem berat yang dihadapi anak-anak yatim Irak di jalan-jalan, tak sekedar masalah lapar. Yang mungkin lebih menyiksa batin dan tubuh mereka adalah, karena mereka kerap menjadi target pelecehan seksual dari orang-orang tak bertanggung jawab. Itulah yang dialami Shalih, dan juga Hamid. Hamid mengatakan, adik perempuannya yang masih kecil pernah nyaris direnggut keperawanannya. Saat menceritakan hal itu, Hamid tertunduk memejamkan matanya karena tidak kuat mengucapkannya lagi. Setelah beberapa lama ia hanya mengatakan, “Aku…. berusaha menolongnya untuk bisa lari, dan akibatnya akulah yang menjadi korban kejahatan mereka…”
Selebihnya, Hamid Abdussatar lebih memilih hidup di jalanan ketimbang di rumah penampungan anak yatim piatu yang ada di Baghdad. Ia mengisahkan, dirinya dan adiknya pernah tinggal beberapa lama di penampungan itu, namun tidak kuat menahan derita. “Para pengurus membenci kami dan memperlakukan kami seperti binatang. Makanan yang kami terima adalah makanan yang sudah basi,” ujar Hamid. Ia juga mengatakan bahwa dirinya tidak kuat lagi melihat adik perempuannya menderita di rumah yatim. Itulah yang menyebabkan akhirnya Hamid memutuskan untuk keluar dari tempat itu dan mencari tempat yang lebih nyaman baginya. Jalanan, menjadi tempat pilihannya ketimbang harus menderita di rumah penampungan yatim.
Aset Generasi yang Nyaris Hilang
Beberapa waktu lalu, Unicef mengeluarkan laporannya tentang kondisi anak-anak di Irak paska Maret 2003. Disebutkan bahwa jumlah pekerja anak-anak di bawah usia 11 tahun di Irak mewakili 14% dari jumlah total dengan lama bekerja rata-rata 10 jam setiap hari. Mereka bekerja karena tekanan ekonomi, karena banyaknya orang dewasa yang menganggur dan banyaknya para janda yang kehilangan penyangga materi rumah tangganya. Tentang jumlah anak-anak yang bekerja, pihak Unicef mengatakan masih sulit menjelaskan jumlahnya. Terlebih angka itu semakin lama diperkirakan cepat meningkat drastis.  
Anak-anak benar-benar menjadi korban kekejian perang di Irak. Dalam salah satu unit operasi AS di Barat Laut Baghdad di markas Al Hanaan, pada bulan Juni 2007 ditemukan lebih dari 20 mayat anak-anak dalam kondisi telanjang setelah dijadikan objek kekerasan seksual. Petinggi markas militer AS tidak menafikanhal itu. Ia hanya berdalih bahwa pelakunya bukanlah para tentara AS yang bertugas di sana.
Sementara itu, berdasarkan sensus Kementerian Pekerjaan Sosial Irak, jumlah anak yatim di Irak berkisar 4,5 juta orang anak. Sekitar 70% dari mereka adalah anak-anak yang menyandang yatim akibat kekerasan yang terjadi di Irak paska kehadiran pasukan AS. Masih menurut Kementrian Pekerjaan Sosial Irak, ada 6000 anak kecil di Irak yang tidak mempunyai tempat tinggal kecuali di jalan-jalan. Mereka anak-anak yang melewati siang dengan mencari makan minum, kemudian beristirahat beratapkan langit di malam harinya. Mereka biasanya memilih tempat peristirahatan yang diyakini jauh dari pantauan orang-orang bersenjata. Sedangkan jumlah anak-anak yatim yang ada di sekitar 18 rumah penampungan di seluruh Irak, hanya berkisar 700 orang saja. Kondisi merekapun di penampungan, sangat memerlukan bantuan yang primer bagi hidup mereka.
Seorang relawan Palang Merah Irak mengatakan, bahwa karena kondisi sangat prihatin, anggaran yang dialokasikan khusus untuk menolong anak-anak jalanan dan anak yatim, terus menerus ditunda hingga batas yang tak ditentukan. Yang parah lagi, tak ada lembaga atau yayasan luar yang menangani masalah yatim ini. Semua rumah penampungan berasal dari pemerintah Irak.
Anak-anak adalah aset paling mahal dan paling terbesar yang menentukan wajah masa depan sebuah generasi. Tapi di Irak kini, modal paling mahal itu nyaris hilang.
M. Lili Nur Aulia (tarbawi islamic magazine)
Prev: Apakah Kita Merasakan Apa yang Mereka Rasakan?
Next: Kenangan yang Menghasilkan Renungan

Belum Ada Keterkaitan dengan Abu Bakar Ba'asyir

JAKARTA - Mabes Polri belum bisa memastikan keterkaitan antara Usadz Abu Bakar Ba'asyir dengan seorang warga negara Indonesia (WNI) yang tertangkap di Malaysia. Sebab, Polri belum memiliki data tentang WNI yang tertangkap bersama dua warga negara Malaysia itu.

"Polri baru koordinasi dengan Kemenlu (Kementrian Luar Negeri), kita kan ingin tahu kepastiannya," ujar Kadiv Humas Polri Irjen (pol) Edward Aritonang di Mabes Polri Kamis (12/8) sore,

Dijelaskannya pula bahwa sekalipun memiliki staf kepolisian di Malaysia, namun Polri tak bisa memastikan langsung tentang kasus WNI yang ditangkap itu. Alasannya, Polri harus berkoordinasi terlebih dahulu dengan kedutaan. "Kita menunggu rilis dari kedutaan," tambahnya.

Sebelumnya media Malaysia melansir laporan penangkapan seorang WNI dan dua warga negara Malaysia. Kepala Polisi Malaysia Tan Sri Musa Hassan mengatakan, ketiganya ditangkap Selasa (10/8) di Temerloh, Pahang, dan Ampang, Selangor. Ketiga orang itu berusia antara 34-70 tahun.  Mereka dijerat internal security act (ISA) karena diduga terlibat aktivitas yang merusak keamanan negara Malaysia.

Menurut harian The Star, salah satu dari mereka adalah managing director suatu perusahaan dan dua lainnya adalah kontraktor dan marketing executive. Namun demikian Mabes Polri akan terus mendalami dugaa keterlibatan mereka yang ditangkap itu dengan aktivitas terorisme di Indonesia.

Sementara itu hingga hari keempat penahanan, Abu Bakar Ba'asyir masih melanjutkan aksi bungkamnya. Pimpinan Pondok Pesantren Al-Mu'min, Ngruki, Sukoharjo itu masih tidak mau bekerjasama dengan penyidik.

"Tidak ada perkembangan signifikan, karena yang bersangkutan enggan diperiksa dan walaupun sudah dicoba penjelasan keterangan-keterangan lain dan beliau tetap saja bersikukuh nanti saja di pengadilan," imbuh Edward.

Karena itu sembari menunggu Ba'asyir berubah sikap, Polri melengkapi sejumlah bulkti dan bahan keterangan yang telah didapat. "Saat ini penyidik fokus melengkapi alat bukti yang sudah ditemukan keterangan-keterangan saksi yang sudah ada. Supaya berkas dirampungkan sebelum tujuh hari," ujarnya.

Selain menolak diperiksa. Ba'asyir yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka juga menolak menandatangani sejumlah berkas terkait penangkapan dan penahannanya. (zul/jpnn)

Merapi Meletus Empat Kali

Kondisi puncak Gunung Merapi terus mengeluarkan asap solfatara saat terekam dari Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Selasa (26/10/2010). Selain asap solfatara yang terus keluar juga terjadi peningkatan guguran material vulkanik berupa batuan berasap yang disertai suara gemuruh. TERKAIT: * Warga Merintih Terkena Awan Panas * Dua Korban Awan Panas Merapi Dievakuasi * Awan Panas Meluncur ke Arah Timur * Hujan Abu Vulkanik di Lereng Selatan * Desa Ngipiksari Dipenuhi Abu Setelah dinyatakan berstatus "Awas" sejak Senin kemarin, Gunung Merapi akhirnya memulai fase erupsi, Selasa (26/10/2010) sore. Luncuran awan panas atau yang biasa disebut wedhus gembel, terjadi hingga empat kali. Data dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK), menyebutkan awan panas pertama terjadi pada pukul 17.02 dan lebih mengarah ke barat. Luncuran kedua terjadi pada pukul 17.19, 17.24, dan 17.34. Namun, pantauan luncuran-luncuran berikut itu tidak bisa terpantau karena terhalang kabut tebal dan diduga tersebar ke segala arah. Hingga pukul 18.33, awan panas terus meluncur dan alat seismograf di kantor BPPTK masih terus mencatat pergerakan awan panas. BPPTK pun memerintahkan seluruh petugas di lima pos pemantau gunung Merapi untuk turun dan mengevakuasi diri pada pukul 18.05. Pada saat bersamaan, terdengar 3 kali letusan besar dari pos Jrakah dan Selo di Magelang.